Inovasi Digital AquaDBMS adalah Sistem Pengelolaan Basis Data Perikanan Budidaya yang bereferensi geospasial dan mampu memuat berbagai informasi yang terbangun dari peta tematik. Aplikasi Pengelolaan Basis Data Perikanan Budidaya/AquaDBMS menyediakan data yang akurat, terkini, dan mudah diakses berfungsi untuk mendapatkan informasi tentang potensi dan eksisting kawasan perikanan budidaya yang terintegrasi dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan perikanan budidaya di Provinsi Kepri.
Sistem Pengelolaan Basis Data Perikanan Budidaya/AquaDBMS bereferensi geospasial dan memuat berbagai informasi yang terbangun dari peta tematik melalui terobosan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Manajemen Basis Data Relasional (Web PHP MySQL), mengintregrasikan data spasial dan non spasial untuk menghasilkan analisis yang real time dan akurat dengan visualisasi data yang informatif, jaminan keamanan data, kemudahan pemeliharaan sistem, efisien waktu dan biaya serta mudah diakses. Aplikasi ini menyajikan informasi tentang potensi dan eksisting kawasan perikanan budidaya dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi dalam pengambilan kebijakan pembangunan perikanan budidaya di Provinsi Kepulauan Riau.
SAAT SEBELUM DAN SESUDAH ADANYA AQUADBMS
- Kondisi Awal Sebelum Penciptaan Inovasi (Tahun 2020)
Poduksi perikanan budidaya Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan Pencatatan Statistik Perikanan Budidaya sebesar 21.421,10 ton terdiri dari budidaya laut sebesar 5.805,82 ton, budidaya ikan air tawar sebesar 12.424,06 ton, budidaya air payau sebesar 375,32 ton dan produksi rumput laut sebesar 5.805,82 ton. Jumlah produksi tersebut jika dibandingkan dengan produksi pada tahun 2019 yang telah mencapai angka 33.003,11 ton menunjukkan trend penurunan angka produksi sebesar 11,582.01 ton. Kondisi tersebut salah satunya disebabkan oleh pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya kendala produksi diberbagai sentra perikanan dan masih lemahnya sistem pengelolaan data produksi perikanan budidaya. Jumlah Produksi Perikanan Budidaya adalah Jumlah hasil budidaya ikan terdiri dari budidaya ikan laut termasuk budidaya rumput laut, ikan air tawar dan ikan budidaya di air payau baik yang dilakukan perorangan/swasta maupun Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) yang ada di Provinsi Kepri.
- Kondisi Setelah Penciptaan Inovasi (Tahun 2022 Sampai Saat Ini)
Untuk mengatasi permasalahan yang ada, dibuat terobosan baru yang terukur, simultan dan berkelanjutan khususnya untuk memperoleh data produksi dari sentra perikanan di wilayah pengembangan prioritas budidaya laut di Kepulauan Riau seperti di Kabupaten Batam, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas. Melalui penerapan inovasi ini, diharapkan pendataan produksi dapat dilakukan secara aktual dan valid sesuai kondisi riil di lapangan. Bidang Perikanan Budidaya DKP Kepri menginisiasi dan mengkonstruksi satu sistem pendataan baru yang lebih modern berbasis teknologi digital dengan satu sistem pendataan yang terpusat, dapat memuat berbagai informasi yang terbangun dari berbagai peta tematik dan atribut sehingga memudahkan di dalam mengambil keputusan yang lebih optimal.